loading...
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PENDIDIKAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Februari 2017

CARA MUDAH AGAR ANAK BISA MEMBACA ALQURAN DENGAN BAIK & BENAR

Dulu waktu kecil belajar membaca Alquran dimulai pakai buku yang namanya turutan. Turutan ini isinya Juz Amma' dan ejaan-ejaan huruf hijaiyah.
belajar membaca

Alhamdulillah sejak tahun 90-an telah diperkenalkan metode Iqro'  Metode ini sangat sistematis mengantarkan santri mulai dari mengenal huruf hijaiyah sampai bisa membaca Alquran.  Ada lagi sekarang metode yang mirip seperti Iqro' namun digabungkan dengan seni, yang bernama metode Tilawati.  Dengan metode tilawati ini diharapkan santri tidak bosan ketika belajar membaca  karena dipadukan dengan lagu di setiap ejaannya.

Menggunakan iqro atau tilawati bagi saya sama saja, yang terpenting gurunya menguasai. Agar  anak benar-benar bisa membaca Alquran dengan baik dan benar ada beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang guru.

Disiplin

Di dalam metode iqro' maupun tilawati di setiap tahapannya ada petunjuk-petunjuk yang perlu dilakukan oleh seorang guru.  Salah satu kunci sukses agar anak bisa membaca Alquran dengan baik dan benar adalah seorang guru wajib disiplin mengikuti petunjuk yang diberikan pada setiap tahapan.

Ketika seorang anak  menguasai level satu, biasanya anak telah hapal huruf hijaiyah berfatkah.  Memasuki pertengahan level kedua si anak mulai diperkanalkan tajwid yaitu mad thobi'i.  Mad thobi'i merupakan hukum membaca panjang yang lamanya dua ketukan atau dikenal dengan panjang 1 alif.  Karena hukum mad thobi'i ini paling banyak dijumpai di dalam Quran, maka wajib bagi guru untuk tidak mentolerir bila anak salah dalam menerapkan hukum ini di dalam membacanya.  

Bila guru membiarkan si anak salah ketika membaca huruf yg berhukum mad thobi'i  meskipun hanya sesekali, maka biasanya sampai bisa membaca Alquran pun anak akan terbiasa salah.  

 Sabar

Membaca Alquran dengan baik dan benar adalah sesuai dengan tajwid dan makhrojnya.  Akan tetapi, kemampuan setiap anak berbeda-beda.  Anak tidak bisa dipaksakan untuk melafazdkan huruf-huruf tertentu bila memang belum bisa.  Dalam hal ini guru harus bersabar dan membiarkan si anak melafazdkan huruf sesuai kemampuannya, meskipun belum benar.

Setelah bertambahnya usia biasanya kemampuan lidahnya  semakin baik.  Ketika lidah si anak sudah mampu melafazdkan huruf-huruf yang sulit seperti : خ , ع , ظ dll, maka kedisiplinan dalam melafazdkan huruf bisa diterapkan.  Sama seperti mendisiplinkan mad thobi'i, tetapi mungkin itu pun dengan bertahap.  Contohnya mungkin setelah si anak terbiasa mengucapkan  عdengan fasih maka bisa dilanjutkan dengan huruf yang lainnya.  

Kamis, 26 Januari 2017

Tips Mengajarkan Membaca Pada Anak

Mengajarkan membaca pada anak sebenarnya sangat mudah,  dengan catatan si anak mau! (hehe...)  Menjadi sangat sulit bila kegiatan belajar membaca itu hanya kehendak orang tuanya saja, sehingga si anak menjadi terpaksa.  Tetapi, kan....nggak mungkin dong si anak dengan riang gembira punya inisiatif sendiri ingin belajar membaca? (hihi....) Betul! Meskipun  mungkin ada anak yang punya keinginan sendiri untuk bisa membaca, tetapi itu kan satu berbanding berapa juta?  Lalu, bagaimana caranya agar si anak mau belajar membaca tanpa paksaan?  
anak-anak

Setiap orang tua mungkin punya cara masing-masing dalam mengajarkan membaca pada anaknya, termasuk saya.  Dua orang putri saya belajar membaca dengan metode yang berbeda.   Berikut beberapa tips ketika saya mengajarkan membaca pada anak :

1.  Menggunakan buku panduan belajar membaca

Mengajarkan membaca pada anak zaman sekarang sangat mudah.  Di toko-toko buka banyak dijual berbagai macam buku-buku belajar membaca dengan berbagai macam metode.  Kita tinggal memilih mana yang cocok baik harga maupun metode yang ditawarkan.   Di buku-buku tersebut bahkan ada yang memberikan petunjuk dalam membimbing anak belajar membaca.  

Ketika mengajarkan pada anak yang pertama saya mengajarkan dengan memulai mengeja huruf satu persatu.  Tetapi, cara itu  tidak praktis karena si anak akan kebiasaan membaca dengan mengeja terlebih dahulu.  

Untuk anak yang kedua saya membelikan buku panduan belajar membaca.   Saya memilih metode belajar membaca tanpa mengeja.  Saya teringat metode iqro' yang mana di situ santri diarahkah untuk langsung membaca dengan ejaan yang paling mudah.   Di buku itu mirip dengan metode iqro', si anak akan langsung
diarahkan untuk melafalkan "Ba" tanpa harus mengeja "Be- a -Ba".

Dalam setiap hari si anak ditargetkan untuk melafalkan satu halaman.  Begitu seterusnya, sehingga begitu memasuki halaman terakhir tanpa terasa si anak telah dapat membaca.   Setelah si anak telah dapat membaca meskipun dengan terbata-bata, kita dapat memberikannya buku-buku bacaan atau buku cerita yang menarik buat anak yang sesuai dengan usianya.

2.  Buat suasana yang menyenangkan

Tidak hanya anak-anak, orang dewasa pun akan sulit menerima pelajaran bila suasana hati tidak menyenangakan.  Untuk itu,  menciptakan suasana yang menyenangkan adalah wajib agar si anak mudah menerima pelajaran. 

3.  Ajak anak belajar di manapun berada

Ketika bersama anak dalam suatu perjalanan misalnya, kemudian  menjumpai tulisan-tulisan yang terpampang, tidak ada salahnya kalau kita meminta untuk membacanya.  Ini akan sangat menyenangkan buat anak, apalagi kalau dia berhasil membacanya tanpa bantuan kita.  Dia akan semakin percaya diri dengan kemampuannya dan akan terus memacunya dirinya untuk terus  membaca apapun tulisan yang dia temui.

4.  Konsisten

Bisa membaca adalah hasil dari kebiasaan. Seperti atlit  dunia, mereka pandai menggocek bola karena latihan yang terus-menerus.  Begitupun dengan membaca, sehebat apapun guru kalau tidak konsisten dalam mengajarkan membaca, maka akan sulit mencapai target yang diharapkan.  Jangan pernah mengaharapkan guru tk atau guru sekolah untuk berhasil mengajarkan membaca pada anak kita, tanpa kita konsisten melatihnya di rumah.  Sebaliknya guru di sekolah tidak diperlukan bila orang tua konsisten melatihnya sendiri di rumah.




Sabtu, 14 Januari 2017

Kelengahan Membuat Anak Mempunyai Kemampuan Melebihi yang Dipikirkan Orang Tuanya, kok bisa?

Saat itu usia Pika kurang lebih tujuh bulan.  Sebagaimana  umumnya anak di usia itu saya pun menyediakan fasilitas baby walker, alat bantu bayi  berjalan.  Ada salah satu kelakuan Pika yang membuat saya khawatirkan bila dia berada dalam baby walker.  Pika selalu memanjat seakan-akan ingin keluar dari benda tersebut.  Hal itu terjadi berulang-ulang.  Manakala salah satu kakinya telah naik di bagian mejanya saya selalu menurunkannya kembali dan merapikan duduknya, begitu seterusnya.

Pika duduk dalam baby walkernya

Hingga suatu hari saya lengah,  saat itu saya melihat Pika  berdiri berpegangan baby walker namun dengan posisi telah berada di luar benda tersebut.  Padahal, sebelumnya dia duduk di dalam alat bantu berjalannya itu.  Kejadian itu sangat mengejutkan, karena terjadi tanpa adanya kegaduhan.   Keadaan Pika pun baik-baik saja.  Akan tetapi, tetap saja saya histeris dan berpikir yang bukan-bukan.  Saya tetap menyalahkan diri sendiri apalagi jika sampai ada cedera. 
Pika telah bisa berjalan

Kejadian  itu tidak pernah hilang dari ingatan sampai saat ini, saat Pika telah berusaia delapan tahun.  Sekarang bila merenungi kejadian itu ada satu pelajaran penting, yaitu seorang anak ternyata mempunyai kemampuan melebihi  apa yang dipikirkan orang tuanya bila mempunyai kesempatan.   Mungkin kekhawatiran orang tualah yang menyebabkan kemampuan anak itu tidak pernah muncul.  Bila orang tua banyak memberi kesempatan pada anak untuk melakukan apapun, mungkin akan banyak hal baik keluar dari anak  yang kelak akan bermanfaat untuk hidupnya.  Anak pun akan semakin percaya diri karena terbiasa melakukan banyak hal.

Tentunya semua itu tetap dilandasi bahwa keselamatan anak adalah hal utama.  Perhitungannya mungkin yang harus diubah.  Bila seorang anak melakukan sesuatu yang berpotensi cedera, maka mungkin bisa diperkirakan seberapa seriusnya cedera itu.   Bila dimungkinkan potensi cedera yang bisa dialami tidak terlalu serius,  bolehlah memberi kesempatan pada anak melakukannya, tetapi dengan pengawasan yang baik pula.

Semoga kita menjadi orang tua  yang senantiasa diberi ilham yang baik dalam mendidik putra-putri kita. 

Senin, 09 Januari 2017

Dagangan Apa Yang Mudah Dijual?


Berbagai macam alternatif mata pencaharian salah satunya adalah berdagang.  Berdagang yang dimaksud di sini tentunya menjual barang.  Lalu, dagangan apa sih sebenarnya yang mudah dijual? hehe....untuk yang ini jawabannya sangat relatif.  Sama  dengan pertanyaan wanita seperti apa sih yang bisa disebut cantik?  Tentunya ssetiap orang mempunyai kriteria sendiri-sendiri tentang hal ini.

Begitupun dengan barang dagangan.   Semua jenis barang bisa mudah laku tinggal bagaimana menjualnya.  Ada sebuah ungkapan untuk menjuluki suatu dagangan yang laris "Dagangannya laku keras seperti kacang goreng!".  Kacang goreng adalah makanan kecil yang hampir semua orang suka, menjualnya seperti ada jaminan laku keras.   Ada benarnya juga sih,  tetapi belum tentu juga. Kalau kita menjualnya di tempat sepi, tentunya siapa yang mau beli?

Saya bukanlah  ahli marketing, tetapi saya mempunyai kesimpulan sendiri tentang sebaiknya barang seperti apa yang bisa kita jual.   Menjual barang akan lebih mudah laku  bila disesuaikan dengan karakter yang kita  miliki.   Ada dua jenis barang yang mempunyai cara berbeda dalam menjualnya.

es krim salah satu barang dagangan yg mudah dijual

1. Barang yang membutuhkan presentasi

Barang jenis ini umumnya belum banyak dikenal oleh banyak orang.  Mungkin banyak  yang mengetahuinya juga, tetapi mereka belum mengetahui kualitas atau pun manfaat sebenarnya.  Untuk menawarkannya agar orang mau membeli tentunya membutuhkan presentasi.

Beberapa contoh dari barang ini di antaranya produk-produk investasi (sukuk, ori, unit link, reksadana, dll), produk kecantikan atau kosmetik,  suplemen, dan lain-lain.  Butuh keberanian untuk menawarkan jenis barang-barang ini.  Kita dituntut untuk meyakinkan setiap calon konsumen.  Bahkan terkadang harus kecewa karena setelah panjang lebar memberikan presentasi kemudian konsumen enggan membeli.  Akan tetapi, biasanya jenis barang ini memberikan keuntungan yang besar.

Bila kita tipe orang suka  mempengaruhi orang lain mungkin jenis barang ini cocok sebagai barang dagangannya.

2. Barang yang tidak membutuhkan presentasi

Barang jenis ini biasanya merupakan bahan kebutuhan pokok.   Kalaupun bukan termasuk kebutuhan pokok tetapi produknya sudah sangat dikenal oleh konsumen.  Menjualnya lebih mudah, hanya membutuhkan tempat yang mudah dijangkau oleh konsumen.  Buat orang yang tidak berani atau tidak terlalu pintar merayu konsumen, menjual jenis barang ini bisa menjadi pilihan. 

Beberapa contoh dari barang ini adalah sembako, makanan ringan atau snack, dan lain-lain. Karena lebih mudah dalam menjualnya, biasanya barang jenis ini memberika keuntungan yang sedikit.   Akan menjadi besar keuntungan seseorang  jika jumlah yang dijual banyak dan cepat.  Beberapa faktor yang membuat jenis barang ini laku terjual dengan banyak dan cepat, diantaranya :

1. Tempat berjualan yang mudah dijangkau
2. Harga jual yang kompetitif, dan
3. Pelayanan yang memuaskan

Dari dua kesimpulan itu tinggal disesuaikan mana yang paling cocok dengan karakter kita.  Bila kita adalah orang yang selalu kesulitan dalam mempengaruhi orang lain  mungkin jenis barang yang nomor dua ini yang paling cocok.